-->

OBAT CANTENGAN TRADISIONAL DAN OBAT APOTEK

Posting Komentar




Penyebab cantengan biasanya adalah infeksi bakteri. Jadi, obatnya adalah antibakteri. Memang bisa juga infeksi jamur tapi jarang. Infeksi ini terjadi karena luka di bagian akar kuku


  • Mungkin karena kuku dipotong terlalu pendek lalu tumbuh menembus daging dan menyebabkan luka

  • Mungkin karena kaki kesandung lalu akar kukunya luka

  • Mungkin karena memakai sepatu yang sempit lalu kukurnya terdesak dan menyebabkan luka  


OBAT TRADISIONAL CANTENGAN

Bahan-bahan herbal yang bersifat antibakteri kuat bisa dipakai. Misalnya daun sirih atau kunyit. Karena lokasi infeksi ada di bagian dalam, sebaiknya obat berupa cairan pekat yang diteteskan. Misalnya:


  • Daun sirih. Daun ditumbuk dengan sedikit air lalu diperas. Perasannya ini diteteskan ke bagian yang infeksi. Ulangi lima kali sehari.  

  • Kunyit. Kunyit diparut lalu diperas. Perasannya diteteskan ke bagian yang infeksi.


OBAT APOTEK UNTUK CANTENGAN

  • Bubuk PK. PK adalah singkatan dari permanganas kalikus. Ini ejaan Belanda untuk kalium permanganat. Di kemasannya kadang ditulis sebagai PeKa. Ini memang obat jadul yang sudah dipakai sejak zaman Belanda sebagai obat luar untuk antiseptik. 





Walaupun jadul, PK masih sangat berguna. Manfaatnya banyak. Misalnya buat merendam bokong jika kita kena wasir (ambeien). Menghilangkan bau jempol kaki. Membasmi jamur di kulit. Dan sebagainya. 


Sayangnya, sekarang jarang apotek yang menjualnya. Kalau di apotek tidak ada, Anda bisa mencarinya di toko ikan hias. Biasanya PK digunakan untuk mengobati ikan hias yang kena infeksi. Di Tokopedia dkk juga masih banyak yang menjual obat ini.


Cara pakai: ambil seujung sendok PK, seperti kita mau mengambil garam untuk bikin telur dadar. Sedikit saja. Tetesi dengan beberapa tetes air dan aduk menjadi larutan pekat berwarna ungu. Teteskan ke bagian sela kuku yang cantengan. Gunakan pipet tetes yang bisa dibeli di apotek, atau pipet bekas Sanmol drop, atau lainnya. Biarkan merasuk ke akar kuku yang terinfeksi. Ulangi lima kali sehari. 


Tetes PK harus dibuat baru setiap hari karena larutan ini mudah rusak. 

 

  • Salep antibiotik. Kalau kita bisa mendapatkan bubuk PK, biasanya kita tidak sampai memerlukan antibiotik. PK saja sudah cukup. Kalau di apotek tidak ada PK, kita bisa mencarinya di toko ikan hias. Kalau di toko ikan hias tidak ada, kita bisa membelinya di Tokopedia, Shopee, dan sejenisnya. Ongkos kirimnya mungkin lebih mahal daripada harga barangnya sendiri, kecuali kita pakai voucher bebas ongkir. 


Kalau belinya merepotkan, kita bisa mencoba antibiotik di apotek. Salep antibiotik bukan obat bebas. Konsultasikan ke apoteker lebih dulu. Misalnya yang berisi gentamisin. Contoh merek Sagestam, Garamycin, Genalten, Genoint, Salticin, Gentalex. 


Jika di apotek tidak ada, salep yang berisi antibiotik lain bisa digunakan. Misalnya yang berisi kloramfenikol atau oksitetrasiklin. 


Kelemahan salep adalah sulit menjangkau akar kuku. Ini terutama akan menyulitkan kalau cantengannya di bagian yang cukup dalam. 


  • Obat tetes antibiotik. Dibandingkan salep, obat tetes lebih bagus untuk cantengan karena bisa menjangkau bagian dalam. Tinggal diteteskan, lalu biarkan mengalir menembus ke bagian akar kuku. 


Di apotek tidak ada obat tetes antibiotik khusus untuk cantengan. Kita bisa menggunakan obat tetes untuk telinga atau mata. Misalnya yang berisi gentamisin. Kalau tidak ada, bisa pakai tetes telinga atau tetes mata yang berisi klramfenikol. Misalnya merek Reco, Colme, Cendo Fenikol, Erlamycetin. 


Sekali lagi, walaupun cuma obat tetes, antibiotik bukan obat bebas. Konsultasikan ke apoteker. Menggunakan antibiotik untuk sakit yang bisa diobati dengan obat tradisional sebetulnya kurang baik. Ini seperti memangkas tanaman hias dengan gunting jahit. Memang bisa, tapi rugi guntingnya. 


Antibiotik harus dihemat. Digunakan hanya ketika terpaksa. Sebab makin sering kita menggunakan antibiotik, makin banyak kuman yang kebal. 




Related Posts

Posting Komentar

Masukkan email Anda di sini